10 Alasan Orang Indonesia Pilih Berobat ke Malaysia

10 Alasan Orang Indonesia Pilih Berobat ke Malaysia

Oleh: Annisa Amalia Ikhsania
Tanggal publikasi: August 11, 2018 | Peninjauan terakhir: July 17, 2019
10 Alasan Orang Indonesia Pilih Berobat ke Malaysia

Malaysia adalah salah satu negara yang patut diperhitungkan dalam industri pariwisata medis di benua Asia. Negara ini diakui pula oleh International Medical Travel Journal sebagai destinasi utama di benua Asia yang cepat berkembang dalam hal wisata medis.

Dilansir dari laman I Money Malaysia, menurut Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), negara tersebut menerima 641 ribu orang pasien asing pada tahun 2011, 728,800 orang pasien pada tahun 2012, 881 ribu orang pasien pada tahun 2013, dan 882 ribu orang pasien pada tahun 2014.

Pada 2014, diungkapkan Kementerian Kesehatan setempat, Malaysia berhasil menarik 850 ribu orang pasien dengan pendapatan $ 230 juta. Dilaporkan New Straits Times, kini hampir setiap tahunnya Malaysia menerima lebih dari 921,500 pasien luar negeri.

Sebagian besar pasien luar negeri yang berobat ke Malaysia berasal dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Sebut saja Indonesia, Singapura, Vietnam, India, Jepang, Bangladesh, Pakistan, Timur Tengah, Australia, hingga negara-negara di Eropa. Kurang lebih 80 persen pasien luar negeri yang berobat ke Malaysia berasal dari Indonesia telah menghabiskan USD 150 juta untuk biaya pengobatan.

Malaysia dipilih lantaran menawarkan biaya pengobatan atau perawatan medis yang cenderung lebih murah apabila dibandingkan dengan negara-negara lain.  Selain itu, kesamaan dari sisi sosial-kebudayaan dan kedekatan secara geografis juga menjadi faktor pendorong negara-negara tetangga memilih Malaysia sebagai negara tujuan untuk berobat. Penggunaan bahasa Inggris yang lebih banyak dalam keseharian turut memengaruhi alasan pasien asing, khususnya Indonesia, memilih Negeri Jiran untuk berobat atau melakukan perawatan medis tertentu.

Malaysia sendiri mendapatkan penghargaan sebagai destinasi negara wisata medis terbaik pada 2016 oleh International Medical Travel Journal (IMTJ). Malaysia juga masuk dalam salah satu dari lima peringkat teratas untuk destinasi negara wisata medis menurut media The Huffington Post. Pencapaian tersebut tentunya tak terlepas dari peran pemerintah setempat yang memberi dukungan penuh.

Mengapa orang Indonesia memilih berobat ke Malaysia?

1. Biaya berobat yang cukup terjangkau

Alasan utama banyak pasien luar negeri, khususnya Indonesia, memilih berobat atau melakukan wisata medis di Malaysia adalah biayanya yang cukup masuk akal. Malaysia memiliki biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama di Inggris dan Amerika Serikat, bahkan termasuk negara tetangga, seperti Singapura. Di mana melakukan pengobatan atau layanan perawatan medis di Malaysia bisa dibilang relatif lebih miring 30-50 persen dibandingkan di Singapura. Hal ini berlaku bagi pasien lokal dan pasien yang berasal dari luar negeri.

Pemerintah setempat menetapkan biaya standar baik di rumah sakit milik pemerintah dan swasta untuk setiap jenis penyakit. Misalnya, biaya pengobatan untuk cedera Anterior Cruciatum Ligamen (ACL), termasuk konsultasi awal, MRI, tindakan operasi, anestesi, dan ruang rawat inap, hanya memakan biaya sekitar USD 2 ribu atau senilai Rp 27,5 jutaan. Sementara, untuk prosedur yang sama di Amerika Serikat mungkin akan menelan biaya sekitar USD 18 ribu atau setara dengan Rp 247 jutaan.

Kemudian, biaya prosedur penurunan berat badan di Amerika Serikat bisa menghabiskan biaya hingga USD 30, ribu atau Rp 432 jutaan, di Malaysia sendiri hanya memakan biaya sekitar USD 9 ribu atau Rp 129 jutaan. Biaya prosedur tersebut 60 persen lebih murah dibandingkan di Australia. Sementara, biaya program bayi tabung di Malaysia sekitar 65-80 persen lebih murah dibandingkan di Amerika Serikat, Thailand, Singapura, dan Korea Selatan.

Selain itu, pasien asing tidak hanya bisa menikmati pengobatan atau perawatan medis dengan biaya yang lebih rendah. Untuk biaya hidup selama di Malaysia pun juga cukup terjangkau, seperti akomodasi, makanan, hingga transportasi.

2. Sistem pelayanan kesehatan yang didukung pemerintah

Wisata medis menarik perhatian pemerintah Malaysia untuk memaksimalkan pendapatan ekonomi di bidang layanan kesehatan dan industri pariwisata. National Committee for the Promotion of Health Tourism (NCPHT), misalnya, didirikan oleh Kementerian Kesehatan setempat pada Januari 1998. Sejak saat itu, sejumlah rumah sakit swasta dan beberapa rumah sakit milik pemerintah (Institut Jantung Negara) yang berlokasi di Penang, Melaka, Selangor, Sarawak, dân Johor bekerja sama dengan pemerintah setempat, asosiasi rumah sakit swasta, dẫn Kementerian Kesehatan Malaysia untuk mempromosikan wisata medis.

Meningkatnya popularitas industri wisata medis di Malaysia juga membuat Kementerian Kesehatan Malaysia membentuk Malaysian Healthcare Travel Council (MHTC) pada 2009. MHTC bertujuan membantu mempromosikan dan mengoordinasikan pariwisata medis dan kesehatan di Malaysia.

3. Kualitas rumah sakit, dokter, dan tenaga medis

Pelayanan kesehatan yang berkualitas juga menjadi alasan penting para pasien luar negeri memilih berobat atau melakukan perawatan medis ke Malaysia. Kualitas dokter, ahli bedah, dan staf medis lainnya di Malaysia, tidak berbeda antara rumah sakit umum dan swasta. Tenaga medis profesional di Malaysia telah dilatih dan dididik dalam sejumlah pelatihan perawatan kesehatan terbaik sehingga tidak kalah dengan rumah sakit di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan lainnya.

Para dokter di Malaysia sebagian besar memiliki keahlian dalam bidang pengobatan kanker, sistem reproduksi, kardiovaskular, dan prosedur transplantasi organ. Mereka pun cukup fasih dalam berbahasa Inggris sehingga memudahkan komunikasi yang terjalin antara pasien dan dokter serta tenaga medis lainnya.

Sejumlah rumah sakit di Malaysia juga memberikan pelayanan yang nyaman. Mulai dari keramahan petugas dalam proses administrasi, berkonsultasi dengan dokter, kemudahan selama pasien mendapat pengobatan, hingga kelebihan fasilitas yang ditawarkan oleh rumah sakit. Para pasien luar negeri pun merasa diuntungkan dengan layanan kesehatan lengkap, seperti diagnosis hingga prosedur perawatan untuk semua jenis spesialisasi penyakit.

4. Memiliki peralatan teknologi medis yang mutakhir

Sebelum merdeka, sistem kesehatan di Malaysia fokus terhadap pengobatan tradisional. Namun, pada awal masa penjajahan, Malaysia mulai dikenalkan dengan industri pengobatan modern yang berasal dari negara Barat. Setelah kemerdekaan pada Agustus 1957, penjajah Inggris mulai membuat kebijakan baru untuk sistem kesehatan.  Kini, Malaysia mulai berinvestasi dalam mendirikan perusahaan layanan kesehatan yang standarnya setara dengan negara-negara maju, seperti Inggris, Australia, Irlandia, dan lain-lain. 

5. Kemudahan komunikasi antara dokter dan pasien

Terkait penggunaan bahasa, pasien luar negeri tak perlu khawatir lantaran para tenaga medis di sejumlah rumah sakit di Malaysia telah fasih berbahasa Inggris. Beberapa rumah sakit di Penang, misalnya, telah memiliki penerjemah bahasa untuk 22 bahasa dunia yang berbeda. Selain bahasa Inggris, mereka memberikan layanan penerjemah untuk bahasa Belanda, Norwegia, Swedia, dan Rusia.

6. Memberikan layanan kesehatan dengan segera

Di rumah sakit di Malaysia, Anda bisa mendapatkan pengobatan atau perawatan medis tanpa harus menghadapi antrean pasien yang cukup panjang. Sistem pendaftaran pasien yang efisien dan cukup terorganisir membantu dalam mengurangi antrean pasien.

Saat pasien datang, ia akan langsung masuk ruang rawat inap, kemudian prosedur tes dan pemeriksaan medis pun akan dilakukan dengan segera. Pemberian resep dan obat-obatan kepada pasien dilakukan sesegera mungkin sehingga pasien dapat membuat keputusan untuk kembali ke negara asal atau memilih memulihkan penyakit đi Malaysia.

Selain itu, sejumlah rumah sakit di Malaysia mengutamakan desain yang estetik dan ruangan yang nyaman sehingga membuat para pasien menjadi lebih relaks. Di mana hal tersebut jarang ditemukan di rumah sakit di wilayah Eropa. Beberapa rumah sakit menawarkan layanan penjemputan pasien dan keluarga di bandara sehingga mereka tak akan merasa asing saat menginjakkan kaki di Malaysia. 

7. Adanya fasilitas untuk pemulihan kesehatan

Bagi para pasien yang sudah pulih pasca operasi, beberapa pusat medis di Malaysia menawarkan berbagai fasilitas pasca perawatan. Pasien bisa bersantai di kamar rumah sakit, di mana para tenaga medis bisa terus memantau perkembangan kesehatan sang pasien.

8. Lingkungan yang ramah

Lingkungan dan orang-orang Malaysia yang ramah juga menjadi pertimbangan para pasien asing melakukan pengobatan dan perawatan medis. Ini pula yang membedakan Malaysia dengan destinasi negara wisata medis lainnya di Asia, bahkan negara-negara maju lainnya.

Apalagi Malaysia terus melakukan peningkatan layanan, seperti kenyamanan kepada pasien muslim, yang dikenal dengan istilah pariwisata medis halal, termasuk menyediakan fasilitas ibadah dan pemberian makanan dan obat-obatan yang halal. Daya tarik wisata kesehatan Malaysia ini yang membawanya memenangkan Medical Travel Destination of The Year 2015 di International Medical Travel Journal (IMTJ) Medical Travel Awards 2015.

9. Obyek wisata menarik

Malaysia menawarkan sejumlah objek wisata menarik kepada wisatawan. Jadi, apabila Anda atau sanak saudara tengah berobat atau melakukan perawatan medis, bisa meluangkan waktu untuk menjelajahi berbagai obyek wisata yang ada.

10. Akses yang mudah dijangkau

Malaysia adalah negara dengan akses perjalanan yang paling mudah dijangkau. Terutama bagi negara-negara di Asia atau yang terdekat sekali pun, seperti Indonesia. Bahkan, prosedur perjalanan menuju Malaysia pun tergolong mudah dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Asia.

Pemerintah Malaysia menawarkan visa tiga bulan untuk memudahkan para pasien asing yang ingin berobat atau melakukan perawatan medis di Malaysia. Kemudian, saat tiba di Malaysia, pasien dan keluarga tak perlu khawatir karena dari satu tempat ke tempat lain dapat terhubung dengan moda transportasi umum dan pribadi.

Perawatan medis yang populer dilakukan di Malaysia

Saat ini, tindakan pengobatan dan perawatan medis yang cukup populer di Malaysia adalah perawatan gigi, bedah plastik (tanam benang, sedot lemak), operasi jantung, pengobatan reproduksi (program bayi tabung), pengobatan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), bedah ortopedi, kanker, urologi, operasi mata (katarak, LASIK), hingga pengobatan sistem pencernaan. Di tahun ini, Malaysia akan fokus terhadap beberapa bidang pengobatan, seperti ortopedi, jantung, hematologi, dan program bayi tabung (in vitro fertilization – IVF).

Menurut data Transparency Market Research (TMR) 2016, yang dikutip dari Malaysia Healthcare Travel Council, prosedur perawatan gigi merupakan salah satu jenis perawatan medis yang paling banyak diminati oleh pasien luar negeri. Perawatan gigi menyumbang 36 persen pengunjung wisata medis di Malaysia dan menghasilkan sekitar USD 99.91 juta.

Sementara, prosedur estetika atau bedah kosmetik berada di urutan kedua, diikuti oleh tindakan bedah tulang dan pemeriksaan kesehatan rutin. Empat prosedur perawatan medis tersebut telah menyumbang lebih dari 70 persen dari total sektor pariwisata medis di Malaysia pada tahun 2016.

1. Medical Tourism in Malaysia. https://www.health-tourism.com/medical-tourism-malaysia/. Diakses pada 5 April 2018.

2. Booming Medical Tourism in Malaysia. http://www.medhalt.com/blog/booming-medical-tourism-malaysia-overview. Diakses pada 5 April 2018.

3. Budget: Medical Tourism Set to Grow. https://www.nst.com.my/news/nation/2017/10/296023/2018-budget-medical-tourism-set-grow. Diakses pada 5 April 2018.

4. Malaysia and Medical Travel. https://patientsbeyondborders.com/malaysia. Diakses pada 5 April 2018.

5. Singapore vs Malaysia: Who Reigns Supreme In Medical Tourism. https://www.imoney.my/articles/singapore-vs-malaysia-reigns-supreme-medical-tourism. Diakses pada 19 April 2018.

6. World’s Best: Malaysia Medical Tourism Sector to Experience Extraordinary Growth. https://www.mhtc.org.my/worlds-best-malaysia-medical-tourism-sector-to-experience-extraordinary-growth/. Diakses pada 19 April 2018.

7. Medical Tourism in Malaysia. https://today.mims.com/medical-tourism-in-malaysia. Diakses pada 19 April 2018.

8. Safety Tips in Malaysia. http://www.worldinterpreting.com/safety-tips-in-malaysia. Diakses pada 19 April 2018.

Anda mungkin juga suka