Vaksin Wajib Ini Harus Anda Dapatkan Sebelum Pergi ke Singapura
8 Jenis Vaksin yang Diperlukan Sebelum Anda Pergi ke Singapura
: Annisa Amalia Ikhsania
: November 7, 2018 | : December 12, 2018
8 Jenis Vaksin yang Diperlukan Sebelum Anda Pergi ke Singapura

Singapura adalah salah satu negara tujuan berobat di dunia, utamanya di kawasan Asia Tenggara. Selain untuk jalan-jalan atau liburan, Singapura banyak menarik para wisatawan dari berbagai negara untuk berobat. Ya, seperti diketahui Singapura memiliki sistem layanan kesehatan berkualitas yang didukung oleh peralatan medis nan canggih.

Dikenal sebagai negara dengan lingkungan yang bersih, bukan berarti Singapura bebas dari penyakit menular. Oleh karena itu, penting bagi para wisatawan yang akan bepergian ke Singapura untuk melakukan vaksin terlebih dulu. Hal ini berlaku baik bagi mereka yang hanya tinggal dalam waktu singkat dan tinggal untuk waktu yang lama. Lalu, apa saja jenis vaksin wajib harus dilakukan sebelum bepergian ke Singapura?

Singapura tetapkan vaksin wajib bagi wisatawan

Singapura adalah kawasan yang cukup populer bagi wisatawan dunia. Mengutip CNN Indonesia, seperti dilaporkan AFP, pada tahun 2017 negara ini dikunjungi sekitar 17.4 juta wisatawan. Hal tersebut tentu membawa dampak positif dari segi pendapatan, tetapi sisi negatifnya, Singapura menjadi negara yang rentan akan penyakit.

Mengingat pemerintah setempat sangat peduli dengan kesehatan warganya, kini negara dengan julukan Negeri Singa itu akan menerapkan aturan cukup ketat untuk mewajibkan vaksin perjalanan bagi wisatawan yang akan berkunjung. Bahkan, mereka tak segan untuk memulangkan wisatawan yang belum melakukan vaksin.

Langkah ini bukan tanpa alasan, yakni sebagai upaya melindungi negara dan teror penyakit menular. Pada 2003, seperti diketahui, Singapura pernah dilanda wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). “Sebagai pusat perdagangan global dan salah satu negara yang cukup populer bagi wisatawan dunia, kami harus tetap waspada terhadap ancaman kesehatan karena warga Singapura cukup rentan terpapar penyakit,” tulis pihak Kementerian Kesehatan Singapura dalam siaran persnya.

Jenis vaksin wajib apa saja yang harus dilakukan sebelum pergi ke Singapura?

Ada beberapa jenis vaksin yang Anda butuhkan sebelum melakukan perjalanan. Vaksin yang dipilih tergantung pada beberapa faktor, seperti negara yang akan dikunjungi, waktu, lama tinggal, usia, status kesehatan, apa aktivitas yang dilakukan di negara tersebut, pekerjaan (contohnya, petugas kesehatan), dan kontak dengan binatang. Silakan konsultasikan dengan dokter saat akan memilih vaksin, terutama jika Anda sedang hamil, menyusui, dan memiliki riwayat alergi.

Sebagian besar perjalanan yang berisiko penularan penyakit infeksi adalah perjalanan ke negara-negara berkembang. Berikut adalah jenis vaksin yang Anda butuhkan saat harus bepergian ke luar negeri, termasuk ke Singapura:

1. Hepatitis A

Hepatitis A adalah salah satu jenis virus yang dapat berdampak pada fungsi hati. Biasanya virus menyebar melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi oleh virus hepatitis, dan bisa pula melalui hubungan seksual.

Gejala penyakit ini kerap muncul 2-6 minggu setelah seseorang terinfeksi. Ini berarti pasien yang berkunjung ke Singapura dan kembali ke negara asal bisa saja tidak bisa mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi hepatitis A. Beberapa gejala hepatitis A di antaranya kelelahan, berkurangnya nafsu makan, nyeri pada perut, mual, hingga sakit kuning.

Pemberian vaksin menjadi salah satu cara terbaik untuk menangkal virus hepatitis A. Sebagian besar vaksin hepatitis diberikan dalam dua kali suntikan, yang jaraknya terpisah 6 bulan. Vaksin hepatitis A disarankan untuk dilakukan sebelum Anda bepergian ke beberapa negara, seperti India, Thailand, Tiongkok, dan lain-lain.

2.  Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyebab hepatitis B adalah virus hepatitis B, yang dapat menular melalui penggunaan jarum tidak steril, hubungan seksual dengan penderita, kontak dengan darah atau cairan tubuh lain yang telah terinfeksi virus, hingga luka terbuka.

Dua karakteristik umum dari hepatitis B adalah:

  • Infeksi hepatitis B akut. Penyakit sementara yang terjadi selama 6 bulan pertama setelah seseorang terpapar HBV. Infeksi akut dapat menyebabkan infeksi kronik, tetapi tidak selalu terjadi.
  • Infeksi hepatitis B kronis. Penyakit jangka panjang yang terjadi saat virus tetap bertahan lebih dari 6 bulan dalam tubuh dan dapat menyerang hati.

Salah satu cara untuk mencegah hepatitis B adalah dengan melakukan virus hepatitis B. Sebenarnya, vaksin wajib ini sudah diberikan saat Anda baru lahir, tetapi dapat diberikan ulang setiap enam bulan sekali. Hepatitis B dapat terjadi di seluruh dunia, tetapi untuk beberapa wilayah, seperti Afrika, risiko hepatitis B sangatlah tinggi.

3. Demam tifoid (tifus)

Demam tifoid (tifus) adalah penyakit akut yang disertai dengan demam, yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri tersebut ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi dan disebarkan oleh orang lain di area yang sama. Setiap tahunnya, ada 20 juta orang dari seluruh dunia yang terserang penyakit ini, dan 160 ribu di antaranya meninggal dunia. Kelompok usia yang paling sering menderita penyakit ini adalah anak-anak. Gejala tifus di antaranya demam, sakit kepala, dan nyeri pada bagian perut.

Ada dua jenis vaksin yang dapat membantu mencegah penyakit demam tifoid, yaitu:

  • Vivotif (Typhoid Vaccine Live Oral Ty21a) – dikenal sebagai ‘pil tifus’ yang terbuat dari bakteri hidup yang dilemahkan. Jenis vaksin ini disetujui penggunaannya bagi individu berusia lebih dari 6 tahun. Vivotif dapat digunakan secara oral dengan empat dosis.
  • Vaksin tifus (suntik), terbuat dari bakteri yang tidak aktif. Suntik vaksin tifus memberikan perlindungan hingga dua tahun. Jenis vaksin ini dapat digunakan oleh individu yang berusia lebih dari 2 tahun.

Vaksin tifus direkomendasikan bagi para wisatawan yang ingin berlibur ke negara-negara berkembang. Dalam 10 tahun terakhir, wisawatan asal Amerika yang datang ke Asia, Afrika, dan Amerika Latin, memiliki risiko tinggi terkena demam tifoid.  Dulu, penyakit yang juga dikenal dengan istilah Typhoid Mary ini paling banyak terjadi di Amerika. Namun, kini paling banyak ditemukan di Afrika dan Asia.

4. Kolera

Kolera adalah salah satu jenis penyakit menular yang bisa menyebar melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi oleh bakteri kolera di tinja. Gejala penyakit ini sering muncul setelah 2 atau 3 hari terinfeksi, seperti kejang, dehidrasi, mual dan muntah, shock, dan diare.

Vaxchora adalah jenis vaksin yang dapat melawan beberapa bakteri penyebab kolera (vibrio cholera serogroup O1). Vaxchora berbentuk bubuk dan digunakan secara oral dengan satu dosis. Selain wisatawan yang datang ke Singapura, orang yang bepergian ke Karibia, Afrika, dan atau Asia Tenggara juga perlu mempertimbangkan untuk melakukan vaksin kolera.

5. Demam Kuning (Yellow Fever)

Demam kuning (yellow fever) adalah penyakit infeksi menular lewat gigitan nyamuk yang banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Afrika. Gejala demam kuning di antaranya demam, mual, muntah, sakit kepala, nyeri perut, dan nyeri otot.

Penyakit ini menyebabkan kecenderungan perdarahan yang meningkat (diatesis perdarahan), demam kuning termasuk dalam kelompok demam hemoragik atau kelompok demam berdarah. Para penderita demam kuning juga dapat mengalami perdarahan melalui mulut, hidung, gusi, maupun saat Buang Air Besar (BAB).

Vaksinasi adalah cara yang paling efektif untuk mencegah yellow fever. Meski demam kuning tidak mewabah secara global, vaksinasi wajib dilakukan mengingat tingkat kematian akibat penyakit ini cukup tinggi.

Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, vaksinasi yellow fever merupakan salah satu vaksin yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam perjalanan internasional. Meski penyakit ini belum pernah ada di Indonesia, tetapi kemunculannya patut diwaspadai.

Vaksin demam kuning hanya tersedia dalam bentuk suntikan. Vaksin ini tersedia untuk orang dewasa dan anak-anak berusia lebih dari 9 tahun. WHO merekomendasikan kepada para wisatawan, kru kapal, maupun awak penerbangan untuk melakukan vaksinasi yellow fever sebelum berkunjung ke daerah endemis dan revaksinasi dianjurkan setiap 10 tahun. Selain Singapura, wisatawan yang ingin bepergian ke berbagai negara, termasuk Afrika, negara-negara di Amerika Selatan dan Amerika Tengah perlu melakukan vaksin wajib ini.

6. Japanese Encephalitis

Japanese encephalitis adalah penyakit radang otak akibat virus, yang paling banyak terjadi di kawasan Asia. Wisatawan yang akan bepergian ke suatu negara atau wilayah dengan penyakit japanese encephalitis dalam waktu yang lama harus melakukan vaksinasi.

Sebagian besar pasien penderita japanese encephalitis hanya menunjukkan gejala yang ringan atau bahkan tidak bergejala sama sekali. Gejala dapat muncul 5-15 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi virus. Gejala awal yang muncul dapat berupa demam, menggigil, sakit kepala, lemah, mual, dan muntah.

Pencegahan utama dari penyakit ini adalah melakukan vaksin japanese encephalitis. Vaksin ini dapat diberikan mulai usia 2 bulan hingga dewasa. Vaksin wajib diberikan 2 kali, dengan jarak setiap pemberian vaksin 28 hari.

Japanese encephalitis dapat ditemukan di beberapa negara, seperti India, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Vietnam, dan lain-lain. Oleh karena itu, bagi para wisatawan yang ingin bepergian ke negara-negara tersebut sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan vaksin wajib ini.

7. Rabies

Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Penyakit ini mudah untuk dicegah penyebarannya. Virus rabies dapat menyerang sistem saraf pusat, mengakibatkan kerusakan otak, dan kematian. Tanda awal rabies pada manusia mirip dengan sejumlah penyakit lain, misalnya demam, sakit kepala, dan tubuh melemah atau rasa tidak nyaman di sekujur tubuh.

Vaksinasi merupakan perlindungan terbaik untuk penyakit rabies. Ketika Anda berencana bepergian ke suatu negara dengan risiko penyakit rabies yang tinggi selama lebih dari dua minggu, vaksin wajib untuk dilakukan.

Penyakit rabies sering ditemukan di beberapa daerah, seperti Amerika Tengah, Asia Selatan, Amerika Selatan, dan lain-lain. Meski risiko penyakit rabies rendah di Singapura, vaksin wajib ini diperlukan untuk melindungi keselamatan dan keamanan Anda.

8. Influenza

Influenza disebabkan oleh virus yang mudah menyebar lewat udara. Dengan melakukan vaksinasi influenza, maka dapat mencegah Anda terserang virus yang dapat mengganggu perjalanan wisata. Vaksin influenza terbagi menjadi dua, yaitu vaksin influenza aktif dan inaktif, di mana keduanya bertujuan untuk mencegah penyakit flu dan komplikasi lain yang bisa terjadi.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, dan pengobatan. 

Travel Vaccines and Advice for Singapore. https://www.passporthealthusa.com/destination-advice/singapore/. Diakses 9 Oktober 2018.

Singapura akan Memulangkan Wisatawan yang Belum Divaksin. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180628104831-269-309746/singapura-akan-memulangkan-wisatawan-yang-belum-divaksin. Diakses 7 November 2018.

9 Jenis Vaksin yang Diperlukan Orang Dewasa. https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/jenis-vaksin-untuk-dewasa/. Diakses 7 November 2018.

Mengenal Penyakit Yellow Fever. https://kespel.kemkes.go.id/news/news_public/detail/39/. Diakses 7 November 2018.

WHO Setujui Vaksin Baru untuk Tifus yang Efektif dan Murah. https://sains.kompas.com/read/2018/01/05/193500523/who-setujui-vaksin-baru-untuk-tifus-yang-efektif-dan-murah/. Diakses 7 November 2018