Miomektomi, Operasi untuk Mengangkat Tumor Rahim Jinak
Miomektomi, Operasi untuk Mengangkat Tumor Rahim Jinak
: Annisa Amalia Ikhsania
: November 8, 2018 | : November 8, 2018

Fibroid rahim atau tumor jinak, dikenal pula sebagai miom, adalah sel abnormal yang berkembang di dalam rahim wanita. Meski umumnya tidak bersifat kanker, tetapi dalam sebagian kasus perlu dilakukan operasi tumor rahim, terutama jika pertumbuhannya menimbulkan gangguan kesehatan. Ada berbagai macam operasi tumor rahim, salah satunya miomektomi. Apa itu miomektomi dan bagaimana prosedur tersebut dilakukan?

Definisi

Apa itu miomektomi?

Miomektomi adalah tindakan bedah untuk mengangkat fibroid rahim atau tumor jinak, atau juga disebut leiomioma. Fibroid rahim adalah benjolan atau tumor non kanker kecil yang ditemukan di sepanjang dinding rahim. Biasanya terjadi selama masa melahirkan, tetapi ini dapat terjadi saat usia berapa pun.

Apa tujuan miomektomi?

Tujuan miomektomi adalah untuk membuang gejala penyebab fibroid dan merekonstruksi rahim. Tidak seperti histerektomi, yang mengangkat seluruh rahim Anda, miomektomi hanya mengangkat fibroid dan membiarkan rahim Anda tetap utuh.

Siapa saja yang membutuhkan miomektomi?

Kapan miomektomi dibutuhkan?

Dokter mungkin akan merekomendasikan miomektomi untuk fibroid yang gejalanya mengganggu aktivitas normal Anda.

Siapa saja yang memenuhi syarat untuk miomektomi?

Miomektomi adalah pilihan bagi wanita dengan fibroid yang ingin hamil, atau yang ingin menjaga rahimnya karena alasan lain.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Berapa biaya miomektomi?

Biaya miomektomi di Indonesia

Biaya miomektomi bervariasi di setiap rumah sakit. Oleh karena itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter atau staf medis untuk mendapatkan estimasi biaya sebelum melakukan tindakan.

Biaya miomektomi di luar negeri

Menurut penelitian yang diterbitkan Journal of Women’s Health, biaya yang dibutuhkan untuk miomektomi di Amerika Serikat adalah Rp217 jutaan.

Persiapan

Apa yang harus dilakukan sebelum miomektomi?

Berhenti makan dan konsumsi obat-obatan

Anda harus segera berhenti makan atau minum apa pun dalam waktu beberapa jam, sesuai yang disarankan dokter, sebelum melakukan operasi. Jika Anda sedang mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, tanyakan kepada dokter apakah Anda harus mengubah rutinitas mengonsumsi obat-obatan seperti yang biasa Anda lakukan sebelum operasi atau tidak.

Beri tahu juga kepada dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, vitamin, atau suplemen lain yang Anda konsumsi. Tanyakan kepada dokter mengenai jenis anestesi yang mungkin akan Anda terima:

  • Anestesi umum, berarti Anda akan tertidur selama operasi dilakukan. Jenis anestesi ini dapat digunakan untuk abdominal (perut), laparoskopi, robotik, dan beberapa miomektomi histeroskopi.
  • Anestesi spinal, di mana obat disuntikkan ke area sumsum tulang belakang Anda untuk mematikan saraf di bagian bawah tubuh Anda, digunakan untuk miomektomi histeroskopi tertentu.

Silakan konsultasi dengan dokter mengenai obat nyeri dan kemungkinan risiko komplikasi dan efek samping yang terjadi setelah prosedur.

Persiapan lainnya

Lama waktu Anda berada di rumah sakit setelah operasi, tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan. Miomektomi perut biasanya membutuhkan perawatan di rumah sakit selama 2-3 hari. Dalam kebanyakan kasus, miomektomi laparoskopi atau robotik hanya membutuhkan waktu menginap semalam di rumah sakit. Sementara, histeroskopi miomektomi sering dilakukan tanpa perlu menginap di rumah sakit.

Minta anggota keluarga untuk menemani Anda selama operasi serta mengurus transportasi dan administrasi setelah prosedur.

Apa yang harus dilakukan setelah miomektomi?

Hindari mengangkat barang-barang berat atau olahraga berat hingga bekas sayatan Anda sembuh sepenuhnya. Dokter akan memberi tahu kapan Anda dapat kembali beraktivitas normal seperti semula.

Tanyakan kepada dokter kapan Anda bisa melakukan hubungan seks dengan aman. Biasanya Anda harus menunggu hingga enam minggu atau lebih tergantung pada jenis operasi yang dilakukan. Jika Anda ingin hamil, tanyakan kepada dokter kapan waktu yang aman untuk Anda dapat hamil. Anda sebaiknya menunggu 3-6 bulan setelah operasi agar kondisi rahim benar-benar pulih.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Prosedur

Berapa lama miomektomi dilakukan?

Lamanya prosedur berbeda tergantung pada ukuran, jumlah, dan lokasi fibroid Anda.

Bagaimana prosedur miomektomi?

Ada tiga prosedur bedah untuk miomektomi, yaitu:

Miomektomi perut

Pada miomektomi perut (laparotomi), dokter bedah akan membuat sayatan perut terbuka untuk mengakses rahim dan mengeluarkan fibroid. Dokter bedah memasuki rongga pelvis melalui salah satu dari dua sayatan:

  • Horizontal bikini-line incision dengan panjang sekitar satu inci (sekitar 2,5 cm) di atas tulang pubis Anda. Sayatan ini mengikuti garis kulit alami Anda sehingga biasanya menghasilkan bekas luka yang lebih tipis dan menimbulkan lebih sedikit rasa sakit daripada sayatan vertikal. Di mana sayatan vertikal berukuran 3-4 inci (atau setara dengan 8-10 cm), bahkan mungkin lebih panjang.
  • Horizontal bikini-line incision memberikan akses terbatas bagi dokter bedah menuju rongga panggul Anda
  • Karena itu batasi akses ahli bedah ke rongga panggul Anda, sayatan bikini-line mungkin tidak tepat dipilih apabila Anda memiliki fibroid berukuran besar.
  • Sayatan vertikal dimulai di tengah perut dan memanjang, mulai dari tepat di bawah pusar hingga tepat di atas tulang pubis Anda. Jenis sayatan ini memberi dokter bedah akses yang lebih besar ke rahim daripada sayatan horizontal, dan mengurangi perdarahan. Meski begitu, prosedur ini jarang digunakan, kecuali rahim Anda begitu besar hingga meluas melewati pusar Anda.

Miomektomi laparoskopik atau robotik

Miomektomi laparoskopi atau robotik adalah prosedur invasif minimal, di mana dokter bedah akan mengakses dan mengangkat fibroid melalui beberapa sayatan perut kecil.

  • Miomektomi laparoskopik. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil di atau dekat pusar Anda. Kemudian, ia akan memasukkan laparoskop (tabung kecil yang dilengkapi dengan kamera) ke dalam perut Anda. Dokter bedah akan melakukan operasi dengan alat yang dimasukkan melalui sayatan kecil lainnya pada dinding perut Anda.
  • Miomektomi robotik. Alat dimasukkan melalui sayatan kecil yang mirip dengan miomektomi laparoskopi. Lalu, ahli bedah mengontrol pergerakan instrumen dari konsol terpisah.

Kadang-kadang, fibroid dipotong-potong dan dikeluarkan melalui sayatan kecil pada dinding perut. Atau fibroid dikeluarkan melalui sayatan yang lebih besar pada perut Anda sehingga dapat diangkat tanpa dipotong menjadi beberapa bagian. Fibroid juga dapat dikeluarkan melalui sayatan pada vagina Anda (colpotomy), tetapi prosedur ini jarang dilakukan.

Pembedahan laparoskopik dan robotik menggunakan sayatan yang lebih kecil daripada miomektomi atau laparotomi. Ini berarti Anda kemungkinan akan mengalami lebih sedikit rasa sakit dan kehilangan darah sehingga dapat kembali melakukan aktivitas seperti semula lebih cepat daripada prosedur laparotomi.

Miomektomi histeroskopi

Untuk mengobati fibroid yang membengkak secara signifikan ke dalam rongga uterus Anda (fibroid submukosa), dokter bedah mungkin menyarankan miomektomi histeroskopi. Dokter bedah akan mengakses dan menghilangkan fibroid menggunakan alat yang dimasukkan melalui vagina dan leher rahim, ke dalam rahim Anda.

Miomektomi histeroskopi umumnya mengikuti proses berikut ini:

  • Dokter bedah menyisipkan alat kecil yang diterangi cahaya (disebut resektoscope) karena memotong jaringan menggunakan listrik atau sinar laser, melalui vagina dan leher rahim, dan ke dalam rahim Anda;
  • Cairan bening, biasanya larutan garam steril, dimasukkan ke dalam uterus untuk memperluas rongga uterus dan memungkinkan pemeriksaan dinding uterus;
  • Menggunakan resektoscope, ahli bedah akan mencukur potongan dari fibroid hingga sejajar dengan permukaan rongga uterus Anda;
  • Jaringan fibroid yang dihilangkan, dicuci dengan cairan bening, yang digunakan untuk memperluas rahim Anda selama prosedur.
  • Dokter ahli bedah jarang menggunakan laparoskopi yang dimasukkan melalui sayatan kecil di perut Anda untuk melihat organ panggul dan memantau bagian luar rahim selama miomektomi histeroskopi yang rumit.

Apa yang terjadi setelah prosedur?

Saat keluar dari rumah sakit, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri, memberi tahu Anda cara merawat diri di rumah, dan mendiskusikan pembatasan diet dan aktivitas Anda. lama waktu Anda bisa kembali beraktivitas normal tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan. Namun, operasi terbuka biasanya memiliki waktu pemulihan yang panjang.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi & Efek Samping

Apa komplikasi yang mungkin timbul dari miomektomi?

Setiap operasi dapat memiliki risiko, termasuk miomektomi. Meski jarang terjadi, namun kemungkinannya tetap ada. Berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi:

  • Infeksi;
  • Perdarahan yang berlebihan;
  • Kerusakan pada organ di sekitarnya;
  • Lubang (perforasi) pada rahim Anda;
  • Jaringan parut yang dapat menghalangi tuba fallopi Anda atau menyebabkan masalah kesuburan;
  • Muncul fibroid baru yang membutuhkan prosedur pengangkatan yang lain.

Jika Anda memiliki gejala seperti perdarahan hebat, demam, sakit parah, dan sulit bernapas setelah prosedur selesai, segera hubungi dokter Anda.

Apa efek samping yang mungkin timbul dari miomektomi?

Anda akan merasakan nyeri setelah operasi. Anda juga bisa mengeluarkan bercak cairan yang berasal dari vagina selama beberapa hari hingga enam minggu, tergantung pada jenis prosedur yang Anda lakukan.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

 

Myomectomy. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/myomectomy/about/pac-20384710. Diakses 15 Juni 2018.

What to Expect from Myomectomy. https://www.healthline.com/health/womens-health/myomectomy. Diakses 15 Juni 2018.

How Much Does Fibroid Treatment Cost? http://health.costhelper.com/fibroids-treatment.html. Diakses 15 Juni 2018.