Penyakit Cerebral Palsy: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Penyakit Cerebral Palsy: Gejala, Diagnosis & Pengobatan

Oleh: Willyson Eveiro
Tanggal publikasi: 08/10/2019 | Peninjauan terakhir: 24/10/2019
Penyakit Cerebral Palsy: Gejala, Diagnosis & Pengobatan

Penyakit cerebral palsy termasuk dalam kondisi yang sangat berbahaya. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada gerakan tubuh, koordinasi otot, dan keseimbangan tubuh. Kondisi kronis ini umumnya menyerang bayi baru lahir dan anak kecil, di mana 2-4 dari 1000 anak berusia 3-10 tahun terdampak penyakit ini. Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit cerebral palsy, simak gejala, penyebab, dan pengobatannya melalui artikel berikut ini.

Definisi

Apa itu penyakit cerebral palsy?

Penyakit cerebral palsy mengacu pada sekelompok gangguan saraf (neurologis) yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengontrol pergerakan, berbicara, belajar, dan lainnya. Hal-hal tersebut disebabkan oleh cedera pada otak yang terjadi sebelum, saat, atau sesudah kelahiran.

Tanda-tanda kondisi ini meliputi—tetapi tidak terbatas—pada masalah kontrol motorik tubuh, lemah otot, koordinasi tubuh, makan, dan fungsi kognitif, seperti kemampuan melihat, mendengar, dan berkomunikasi.

Ada 3 tipe utama penyakit cerebral palsy, yakni spastic, dyskinetic, dan ataxic. Apa perbedaannya?

  • Spastic. Ini adalah tipe penyakit cerebral palsy yang paling umum, di mana ada peningkatan muscle tone. Hasilnya, otot penderita penyakit cerebral palsy menjadi kaku sehingga menyebabkan gerakan tubuh yang tersentak-sentak.
  • Dyskinetic. Tipe penyakit ini menyumbang angka sebesar 10-15% untuk kasus penyakit cerebral palsy. Penderita cenderung mengalami masalah gerakan yang tidak disengaja. Contohnya, gerakan tubuh yang berulang, lambat, tidak dapat diprediksi, atau memutar-mutar.
  • Ataksia. Kondisi ini ditandai dengan gerakan yang mudah goyah serta memengaruhi kemampuan pasien dalam menjaga keseimbangan tubuh, koordinasi, postur tubuh, dan gerakan mata.

Penyebab

Apa penyebab penyakit cerebral palsy?

Peneliti percaya bahwa penyakit cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan dan gangguan pada otak yang terjadi pada saat masa kehamilan, kelahiran, atau awal pertumbuhan anak. Contoh penyebabnya adalah:

  • Kelahiran prematur;
  • Kekurangan asupan oksigen atau nutrisi penting lainnya pada otak anak sebelum atau sesudah kelahiran;
  • Cedera parah di area kepala;
  • Infeksi berbahaya yang memengaruhi otak, seperti meningitis atau rubela;
  • Masalah genetik yang mengganggu perkembangan otak.

Akan tetapi, pada umumnya, tidak semudah itu dalam menentukan sumber pasti yang menyebabkan cerebral palsy dapat terjadi. Penyakit cerebral palsy adalah istilah umum yang didefinisikan berdasarkan hasil kondisi daripada penyebabnya, setiap pasien penyakit cerebral palsy mungkin akan merasakan gejala atau tanda yang berbeda.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit cerebral palsy?

Mengutip dari Hello Sehat, beberapa orang terkena penyakit taraf ringan dan dapat hidup cukup normal. Selain itu, banyak orang memiliki tingkat kecerdasan yang normal meskipun mengalami cacat fisik yang parah. Kemudian, yang lainnya mungkin mengalami gejala yang lebih parah.

Sebagian besar anak yang mengidap penyakit cerebral palsy memiliki masalah dengan aktivitas fisik dan postur tubuh. Tetapi, pada beberapa anak, masalah ini cenderung lebih serius.

Gejala umum dari penyakit cerebral palsy mencakup tungkai yang lemah dan kesulitan berjalan. Ada beberapa kasus di mana anak juga kesulitan mengendalikan pergerakan dan mulut atau lidah mereka sehingga menyebabkan mereka sulit untuk berbicara atau makan. Anak dengan tingkat cerebral palsy yang lebih parah mungkin juga akan mengalami kejang-kejang atau keterbelakangan mental.

Selain itu, pasien cerebral palsy usia anak atau remaja juga rentan terhadap risiko fraktur akibat aktivitas sederhana, seperti memakai baju atau saat memegang sesuatu dengan tangan.

Seberapa serius penyakit cerebral palsy?

Anak-anak penderita cerebral palsy kemungkinan besar memiliki keterbatasan fisik. Kekurangan fisik bergantung pada seberapa parah kerusakan yang terjadi pada otak. Pada kasus yang rumit, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Kehilangan penglihatan;
  • Gangguan pendengaran;
  • Makanan memasuki batang tenggorokan;
  • Asam lambung;
  • Gangguan berbicara;
  • Mengiler;
  • Karies;
  • Gangguan tidur;
  • Osteoporosis.

Diagnosis & pengobatan

Bagaimana diagnosis cerebral palsy dilakukan?

Berbagai jenis sel otak terlibat dalam fungsi neurologis, memungkinkan komunikasi antara otak dan anggota tubuh lain terjadi. Jenis-jenis ini mencakup neuron, astrosit, mikroglia, oligodendrosit, sel ependymal, dan banyak lagi. Pada penyakit cerebral palsy, beberapa atau seluruh sel-sel tersebut rusak, bergantung pada area otak yang rusak.

Diagnosis umumnya akan memeriksa kondisi fisik dan pergerakan anak dengan hati-hati. Dokter mungkin menyuruh tes untuk memastikan penyakit cerebral palsy, seperti CT dan MRI otak, ultrasound, tes konduksi saraf, dan observasi gejala-gejala yang muncul.

Bagaimana cerebral palsy dapat diobati?

Saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan cerebral palsy sepenuhnya. Fokus tim dokter dalam mengobati pasien penyakit cerebral palsy adalah untuk mengurangi gejala yang muncul dan meningkatkan kemampuan pasien dalam berkomunikasi. Seorang pasien cerebral palsy—kemungkinan—akan lebih banyak berkonsultasi dengan dokter untuk menangani beberapa kondisi yang dialami.

Meski cerebral palsy tidak dapat disembuhkan, tetapi gejala dan cacat dapat dibantu dengan:

  • Obat-obatan. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk meregangkan otot atau mengatasi masalah saat makan.
  • Terapi fisik. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, duduk, dan keseimbangan. Alat tertentu, seperti penyangga logam untuk kaki, atau pembebat, mungkin dapat bermanfaat bagi anak.
  • Terapi okupasi, bertujuan mengembangkan kemampuan motorik anak, misalnya dalam memakai baju, makan, dan menulis.
  • Terapi bicara dan bahasa. Metode umum untuk membantu meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara.
  • Terapi stem cell adalah pengobatan yang bertujuan menstimulasi sistem imun tubuh dan meningkatkan fungsi otak.

GO.CARE - Healthcare Made Simple

WEBSITE LAYANAN BEROBAT KE LUAR NEGERI

Kunjungi situs GO.CARE untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai klinik dan rumah sakit terbaik di Asia.

Jika membutuhkan pengobatan penyakit tertentu, silakan di sini.

GO.CARE tidak menyediakan saran medis, diagnosis, dan pengobatan.

Cerebral palsy. http://kidshealth.org/en/parents/cerebral-palsy.html#. Diakses 16 Juli 2019.

Cerebral Palsy. http://www.webmd.com/children/tc/cerebral-palsy-topic-overview#3.  Diakses 16 Juli 2019.

Stem Cell Treatment for Cerebral Palsy CP. https://stemcelltreatmentnow.com/treatments/stem-cell-treatment-cerebral-palsy/. Diakses 16 Juli 2019.

Cerebral Palsy (CP) / Stem Cell Therapy:. https://globalstemcells.com/treatment/cerebral-palsy/. Diakses 16 Juli 2019.

Apa itu cerebral palsy. https://hellosehat.com/penyakit/cerebral-palsy-adalah/. Diakses 2 Oktober 2019.

Anda mungkin juga suka