Apakah Bisa Stem Cell Membantu Perawatan Antipenuaan?

Apakah Bisa Stem Cell Membantu Perawatan Antipenuaan?

Oleh: Willyson Eveiro
Tanggal publikasi: 24/10/2019 | Peninjauan terakhir: 31/10/2019
Apakah Bisa Stem Cell Membantu Perawatan Antipenuaan?

Penuaan adalah proses natural yang tidak bisa dihindari. Seiring waktu, sel-sel tubuh akan semakin menurun, rusak, dan mati.  Proses ini berujung pada munculnya tanda-tanda penuaan dan masalah kesehatan. Selama beberapa tahun, para peneliti melakukan penelitian untuk mencari cara efektif dalam menghambat penuaan sel. Di antara metode-metode efektif, penggunaan stem cell untuk antipenuaan telah menarik perhatian peneliti dan calon-calon pasien.

Selain berpotensi mengobati penyakit kronis, ilmuwan percaya bahwa sel punca mampu membantu prosedur antipenuaan. Pengenalan stem cell baru pada tubuh pasien diyakini membantu mengisi kembali ‘kolam’ stem cell yang isinya berkurang seiring bertambahnya usia. Sel-sel baru tersebut membantu peremajaan diri dari dalam.

Tanda-tanda penuaan

antipenuaan

Tanda-tanda penuaan umumnya muncul di usia 40 tahun. Akan tetapi, tanda tersebut bisa timbul lebih cepat akibat pengaruh gaya hidup seseorang. Misalnya, seorang perokok aktif umumnya merasakan tanda-tanda penuaan lebih cepat karena tubuh mereka sering terpapar zat-zat beracun.

Berikut adalah tanda-tanda umum penuaan:

  • Konsentrasi buruk;
  • Ingatan memburuk;
  • Mudah lelah;
  • Energi menurun;
  • Mood swing;
  • Rambut rontok;
  • Peningkatan jumlah keriput dan age spot;
  • Menurunnya gairah seksual;
  • Insomnia;
  • Nyeri;
  • Penyakit degeneratif.

Mengenal tentang terapi stem cell

Apa itu stem cell?

stem cell untuk antipenuaan

Pada dasarnya, stem cell (sel punca atau induk) adalah sel-sel yang polos dan memiliki kemampuan untuk mereplikasi dan berubah menjadi sel berfungsi khusus. Sel-sel ini umumnya terdapat di sumsum tulang dan jaringan lemak.

Ketika terjadi kerusakan pada tubuh, sitokin—sekelompok protein multifungsi di sistem kekebalan tubuh—mengirimkan sinyal pada sel-sel tubuh. Kemudian, stem cell akan mencari area yang rusak dan berdiferensiasi untuk menggantikan sel-sel di area kerusakan pada tubuh.

Berdasarkan asalnya, sel induk atau punca dapat dibagi menjadi 2 kategori utama:

  • Stem cell embrionik: diambil dari embrio atau bakal janin.
  • Stem cell dewasa: terdapat di jaringan tubuh, termasuk sumsum tulang, jaringan lemak, dan tali pusat bayi yang sudah dipotong.

Di atas kertas, stem cell embrionik memiliki potensi diferensiasi yang lebih baik dibanding stem cell dewasa. Akan tetapi, sel punca dewasa lebih sering digunakan untuk pengobatan dan penelitian karena tidak kontroversial, seperti sel embrionik. Sekadar catatan, pengambilan stem cell embrionik memerlukan penghancuran embrio. Maka dari itu, penggunaannya masih menjadi perdebatan hingga sekarang.

Sifat antipenuaan dari stem cell

Tanda-tanda penuaan mulai muncul. Dari kulit yang mengendur, kelopak mata terkulai, kulit pucat hingga rambut rontok. Selain tanda-tanda yang bisa dirasakan, penuaan juga membuat sel-sel tubuh terganggu. Ini menyebabkan penurunan pada sistem kekebalan tubuh dan kecantikan.

Stem cell mampu membantu perawatan antipenuaan dengan memperbaiki dan mendorong regenerasi berbagai macam organ tubuh yang mulai rusak akibat penyakit, luka, dan zat-zat beracun. Caranya dengan mengisi kembali tubuh dengan stem cell. Ini merupakan hal yang penting karena jumlah sel punca di dalam tubuh mulai menurun akibat bertambahnya usia.

Penambahan stem cell di dalam tubuh juga memberikan dorongan signifikan untuk sistem kekebalan tubuh.

Perawatan antipenuaan dengan terapi stem cell

perawatan antipenuaan

Terapi stem cell dianggap sebagai salah satu metode perawatan antipenuaan terbaik. Tidak seperti operasi plastik yang hanya mengubah penampilan luar tubuh, terapi sel punca bekerja atas dasar mengganti sel-sel yang sudah lemah atau rusak. Peremajaan tubuh terjadi dari dalam tanpa melalui proses yang invasif.

Stem cell memperkuat daya tahan tubuh dan memperbaiki kulit dengan cara:

  • Meningkatkan daya tahan kulit;
  • Memperbaiki melasma jerawat dan bekas luka;
  • Mengurangi pigmentasi dan bintik gelap;
  • Meregenerasi kolagen dan elastin di area kulit yang rusak;
  • Membantu mengencangkan kulit.

Cara kerja terapi stem cell untuk antipenuaan

Pada perawatan antipenuaan berbasis stem cell, sekitar 100-500 juta sel punca mesenkimal ditransplantasi atau disuntikkan ke pasien melalui infusi intravena dan injeksi lokal. Setelah proses transplantasi selesai, stem cell membantu peremajaan tubuh dari dalam melalui:

  • Mengisi atau mengganti stem cell yang sudah tua;
  • Meregenerasi jaringan tubuh yang rusak;
  • Mengatur sistem kekebalan tubuh;
  • Memproduksi mekanisme antiperadangan;
  • Menstimulasi sesama sel.

Baca juga: Mengenal Seluk Beluk Transplantasi Stem Cell

Potensi peningkatan

Perawatan antipenuaan dengan stem cell adalah metode terkini yang menghambat proses penuaan. Perawatan ini bertujuan untuk memperkuat sel-sel yang ada dan mendorong perkembangan sel baru yang sehat.

Hasil perawatan mencakup:

1. Peningkatan jasmani

  • Sakit kepala atau leher berkurang;
  • Nyeri di leher, lengan, dan kaki berkurang;
  • Kekakuan pada sendi menurun;
  • Meningkatkan kebugaran;
  • Membantu menjaga berat badan.

2. Peningkatan estetika

  • Kulit lebih kencang;
  • Keriput dan age spot berkurang;
  • Penampilan yang lebih muda, warna kulit berkilau;
  • Jumlah uban menyusut;
  • Pertumbuhan rambut lebih sehat.

3. Peningkatan mental

  • Penuh energi;
  • Suasana hati, vitalitas, dan libido lebih baik;
  • Kualitas hidup meningkat.
perawatan antipenuaan dengan stem cell
Ilustrasi dari StemCells21

Pertimbangan khusus mengenai perawatan antipenuaan dengan stem cell

Terapi antipenuaan berbasis stem cell masih tergolong baru dan masih banyak hal-hal yang perlu dipelajari lebih lanjut oleh para peneliti.

Pertama, ada tantangan tersediri dalam menyiapkan stem cell untuk pengobatan. Tidak seperti obat-obatan, stem cell tidak diproduksi dan diuji dalam skala besar. Perawatan pun hanya spesifik pada satu pasien.

Kemudian, untuk menangani penyakit, para peneliti masih mencari tahu jenis sel punca terbaik untuk memperbaiki sebuah jaringan tubuh yang rusak atau terluka, serta bagaimana  sel yang diinjeksi bisa diarahkan ke area yang ingin diobati.

Terakhir, calon pasien harus siap melakukan pemeriksaan berkala setelah melakukan terapi stem cell untuk antipenuaan. Harap dicatat bahwa sel yang diinjeksi bisa bertahan lama di tubuh pasien. Dengan pemeriksaan berkala, tim dokter bisa memantau apakah ada efek samping atau komplikasi yang terjadi setelah terapi.

Video

Video ilustrasi

Video ilustrasi dari: StemCells21

Video ulasan pasien terapi stem cell

Video dari: Kintaro Cells Power

Kesimpulan

Walaupun terapi stem cell untuk antipenuaan masih tergolong muda, banyak potensi yang sudah ditunjukkan oleh terapi ini. Dengan semakin banyaknya penelitian dan uji klinis yang dilakukan, ilmuwan pasti bisa menggali lebih banyak fakta tentang sel punca. Terapi stem cell sendiri bisa menjadi perawatan alternatif untuk memberikan peningkatan pada kesehatan dan menjaga penampilan.

Melalui GO.CARE, Anda bisa menjadwalkan terapi stem cell untuk antipenuaan di rumah sakit/klinik terbaik yang ada di Asia. Rekan-rekan terpercaya kami siap membantu Anda menjaga penampilan tetap awet muda dan segar.

GO.CARE - Leading Medical Tourism Platform in Asia

PLATFORM WISATA MEDIS TERBAIK DI ASIA

Ingin berobat ke luar negeri? Cek rumah sakit/klinik terbaik di luar negeri di GO.CARE.

Yuk, konsultasi gratis tempat pengobatan terbaik di luar negeri sekarang.

GO.CARE tidak menyediakan saran medis, diagnosis, dan pengobatan.

Frequently Asked Questions  http://www.stemcellfacelift.us/Frequently-Asked-Questions.html.  Diakses 13 Juni 2019.

Dental Pulp Stem Cells Therapy http://www.thaimedicalvacation.com/dental-pulp-stem-cells/. Diakses 13 Juni 2019.

GO.CARE – Berobat ke Luar Negeri Jadi Lebih Mudah. https://go.care/blog/id. Diakses 24 Oktober 2019.

Anda mungkin juga suka