Mengenal Kauterisasi Serviks: Definisi, Biaya, Prosedur, dll
Kauterisasi Serviks, Tindakan Pengobatan untuk Sembuhkan Erosi Serviks
: Annisa Amalia Ikhsania
: November 5, 2018 | : November 5, 2018
Kauterisasi Serviks, Tindakan Pengobatan untuk Sembuhkan Erosi Serviks

Kauterisasi serviks adalah pengobatan utama yang digunakan untuk ektropion atau erosi serviks. Namun, tidak semua ektropion memerlukan pengobatan ini. Rekomendasi pengobatan ini diberikan dokter hanya jika gejalanya mengganggu.

Lantas, bagaimana kauterisasi serviks dilakukan? Adakah efek samping yang mungkin terjadi setelah melakukan kauterisasi serviks? Cari tahu selengkapnya dalam uraian di bawah ini.

Definisi

Apa itu kauterisasi serviks?

Kauterisasi (cauter) serviks adalah prosedur pengobatan yang bertujuan mengatasi masalah yang berkaitan dengan serviks (leher rahim). Kauterisasi serviks paling sering dilakukan untuk mengatasi perdarahan setelah berhubungan seks (post-coital bleeding) menggunakan panas.

Apa tujuan kauterisasi serviks?

Prosedur umumnya dilakukan untuk mengurangi keputihan dan perdarahan dari ektropion pada serviks. Ektropion atau erosi serviks adalah kondisi normal ketika sel-sel kelenjar yang seharusnya ada di dalam serviks tumbuh di luar serviks. Ketika area tersebut sembuh, akan terbentuk koreng yang secara bertahap akan menyembuhkan jaringan sehat di bawahnya.

Siapa saja yang membutuhkan kauterisasi serviks?

Kapan kauterisasi serviks dibutuhkan?

Kauterisasi serviks adalah pengobatan utama yang digunakan untuk ektropion atau erosi serviks. Namun, tidak semua ektropion memerlukan pengobatan ini. Rekomendasi pengobatan ini diberikan dokter hanya jika gejalanya mengganggu.

Jika seorang wanita mengalami gejala, seperti rasa sakit atau perdarahan, dokter dapat merekomendasikan cauter. Meski cauter biasanya bisa mengatasi gejala ektropion, tetapi dokter mungkin perlu mengulangi prosedur jika gejala kembali muncul.

Siapa yang memenuhi syarat untuk kauterisasi serviks?

Tidak ada syarat khusus yang teridentifikasi tidak dapat memenuhi syarat seseorang untuk melakukan kauterisasi serviks. Namun, akan ada tes sebelum prosedur dilakukan untuk memeriksa kondisi Anda. Kemudian, Anda perlu berdiskusi dengan dokter untuk mengetahui apakah ada batasan dalam melakukan prosedur pengobatan ini.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Biaya kauterisasi serviks

Biaya kauterisasi serviks di Indonesia

Biaya kauterisasi serviks tentu bervariasi. Hal ini tergantung oleh beberapa faktor, salah satunya di rumah sakit mana kauterisasi serviks dilakukan. Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau staf medis rumah sakit untuk mendapatkan estimasi biaya kauterisasi serviks sebelum memutuskan melakukan tindakan.

Biaya kauterisasi serviks di luar negeri

Berniat melakukan kauterisasi serviks di luar negeri? Tentu biaya yang perlu Anda keluarkan akan lebih besar. Anda mungkin perlu menyiapkan sekitar 20-30 persen pengeluaran untuk biaya tak terduga selama pengobatan. Di India, biaya kauterisasi serviks di India mulai dari Rp14 jutaan. Sementara, di Jerman, biaya kauterisasi serviks mulai dari Rp42 jutaan.

Persiapan

Apa yang harus dilakukan sebelum kauterisasi serviks?

  • Beberapa jenis obat mungkin meningkatkan perdarahan sehingga disarankan untuk menghentikan konsumsinya selama jangka waktu tertentu, terutama sebelum prosedur dilakukan.
  • Tes darah dapat dilakukan untuk menentukan apakah ada kecenderungan perdarahan atau kondisi medis lainnya yang bisa mencegah Anda untuk menjalani prosedur ini.
  • Beritahu dokter jika Anda alergi terhadap anestesi lokal, lidokain, dan lain sebagainya.
  • Hindari mengaplikasikan deodoran, atau obat-obatan topikal di area akan dilakukan prosedur.
  • Dianjurkan untuk berhenti merokok dan penggunaan produk berbasis nikotin sebelum operasi.
  • Konsumsi minuman beralkohol juga harus dihindari untuk jangka waktu tertentu, seperti yang diinstruksikan.
  • Pasien harus berhenti makan atau minum setidaknya 8 jam sebelum tindakan pembedahan dilakukan.
  • Jika Anda memiliki diabetes, cek kadar gula darah Anda sebelum melakukan prosedur, dan pastikan bahwa gula darah Anda dalam kadar normal. Jika tidak, perawat harus mengontrol gula darah dengan merekomendasikan insulin atau kombinasi obat-obatan oral.
  • Dokter akan meminta persetujuan Anda sebelum melakukan prosedur ini.

Penting untuk memberikan informasi berikut ini kepada dokter atau staf medis Anda. Hal ini memungkinkan dokter atau staf medis dalam menilai risiko untuk tindakan pembedahan dan membantu menghindari komplikasi yang tidak perlu.

  • Berikan daftar lengkap obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Ini berguna untuk berbagai alasan, seperti dapat membantu dokter atau staf medis dalam membantu mencegah komplikasi akibat interaksi obat.
  • Jika Anda alergi terhadap obat atau makanan tertentu.
  • Jika Anda mengonsumsi pengencer darah, seperti aspirin, warfarin, suplemen herbal, atau obat-obatan lainnya.
  • Jika Anda atau anggota keluarga Anda, memiliki riwayat gangguan perdarahan, atau jika ada kecenderungan berdarah lebih dari biasanya.
  • Jika Anda memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, nyeri dada, atau sebelumnya memiliki serangan jantung.
  • Jika Anda pernah didiagnosis memiliki gumpalan darah di kaki (deep vein thrombosis) atau paru-paru (emboli paru-paru).
  • Jika Anda memiliki riwayat patah tulang (ini dapat memengaruhi penyembuhan tulang, jika tulang terlibat sebagai bagian dari prosedur Anda).
  • Daftar semua tindakan bedah yang sebelumnya pernah Anda jalani, seperti operasi usus buntu, kandung empedu, atau bagian lain dari tubuh Anda; perbaikan bedah dari setiap bagian tubuh, seperti perbaikan hernia, perforasi dinding usus, dan lain-lain.

Apa yang harus dilakukan setelah kauterisasi serviks?

  • Untuk mengurangi risiko infeksi, gunakan pembalut atau panty liners (jangan tampon) sampai periode haid berikutnya, yang harus diganti secara teratur.
  • Jangan melakukan hubungan seksual hingga seminggu setelah perdarahan berhenti.
  • Jangan mengangkat beban berat atau latihan fisik setidaknya selama satu minggu karena dapat menyebabkan perdarahan menjadi lebih parah.
  • Anda mungkin diminta untuk menggunakan krim antibiotik di vagina (gunakan sesuai petunjuk atau anjuran dokter).
  • Hindari berenang sampai seminggu setelah semua perdarahan berhenti.
  • Sementara menunggu serviks Anda sembuh, perlu diketahui bahwa serviks masih rentan terhadap infeksi dan gangguan lainnya. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tidak melakukan hubungan seks selama empat minggu atau sampai keputihan sudah berhenti total.
  • Anda dapat melakukan semua aktivitas normal termasuk bekerja, walaupun disarankan untuk menghindari olahraga berat selama beberapa minggu.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Prosedur

Berapa lama prosedur kauterisasi serviks dilakukan?

Kauterisasi serviks biasanya dilakukan sebagai prosedur sehari-hari.

Bagaimana prosedur kauterisasi serviks dilakukan?

Pertama, prosedur dilakukan dengan melakukan pemeriksaan vagina. Hal ini bertujuan untuk mencegah rasa sakit atau rasa yang tidak nyaman lainnya akibat penggunaan anestesi lokal yang disuntik dengan jarum sangat halus langsung ke bagian serviks. Probe panas dimasukkan ke serviks untuk menghancurkan area abnormal. Selama prosedur, ada seorang perawat yang akan menemani Anda.  Bagi beberapa wanita yang sangat sensitif ketika bagian leher rahimnya disentuh, mungkin akan diberikan anestesi umum.

Apa yang terjadi setelah prosedur?

Ketika serviks sembuh, Anda akan mengalami keputihan berwarna coklat dan mungkin ada perdarahan. Namun, kondisi tersebut seharusnya tidak lebih berat dari periode haid. Ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga 6 minggu.

Setelah 10-14 hari, tidak jarang terjadi perdarahan seperti haid yang disebabkan oleh penyembuhan karena pengobatan “koreng” dari leher rahim. Jika keputihan berlangsung lebih dari 6 minggu atau mulai menimbulkan bau, atau perdarahan lebih berat dari periode haid, segera hubungi dokter karena gejala tersebut mungkin menunjukkan adanya infeksi.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi & Efek Samping

Apa komplikasi yang mungkin bisa timbul dari kauterisasi serviks?

Prosedur ini memiliki beberapa risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, antara lain.

Risiko dan komplikasi umum, termasuk:

  • Infeksi serviks, untuk mengatasinya mungkin memerlukan antibiotik dan pengobatan lebih lanjut.
  • Peningkatan risiko infeksi luka, infeksi dada, komplikasi jantung dan paru-paru, dan gumpalan darah di kaki atau paru-paru untuk orang dengan obesitas atau merokok.

Risiko dan komplikasi yang tidak umum, termasuk:

  • Kerusakan dan penyempitan serviks, yang dapat menyebabkan menstruasi menjadi sangat menyakitkan dan mengalami kesulitan dalam persalinan.
  • Bekuan darah di kaki menyebabkan rasa sakit dan bengkak. Dalam kasus yang jarang terjadi, bagian dari bekuan dapat pecah dan masuk ke paru-paru.

Risiko dan komplikasi yang jarang terjadi, meliputi:

  • Area kecil paru-paru dapat runtuh, meningkatkan risiko infeksi dada. Komplikasi ini mungkin membutuhkan antibiotik dan fisioterapi.
  • Serangan jantung atau stroke bisa terjadi karena ketegangan pada jantung.
  • Kematian akibat prosedur, tetapi ini jarang terjadi.

Apa efek samping yang mungkin terjadi dari kauterisasi serviks?

  • Beberapa wanita memiliki sedikit rasa tidak nyaman di perut selama beberapa jam. Ini seperti rasa sakit saat sedang menstruasi. Anda mungkin perlu mengonsumsi obat penghilang rasa sakit ringan seperti paracetamol.
  • Perdarahan bisa terjadi dari leher rahim dan mungkin memerlukan transfusi darah, kembali ke ruang operasi atau tindakan lain, seperti vaginal packing, untuk mengendalikan perdarahan.
  • Perdarahan lebih umum terjadi jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin, aspirin, clopidogrel (Plavix, Iscover, Coplavix), prasugrel (Effient), dipyridamole (Persantin or Asasantin), ticagrelor (Brilinta), ticlopidine (Tilodene), apixaban (Eliquis), dabigatran (Pradaxa), rivaroxaban (Xarelto) atau obat alternatif, seperti minyak ikan dan kunyit.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

 

Having cervical cautery http://www.royalberkshire.nhs.uk/patient-information-leaflets/Gynaecology_cervical-cautery.htm. Diakses 14 Juni 2018.

Advice following Cautery to the Cervix https://www.nlg.nhs.uk/content/uploads/2014/04/IFP-0701-Advice-following-cautery-to-the-cervix.pdf. Diakses 14 Juni 2018.

Cervical ectropion: What you need to know https://www.medicalnewstoday.com/articles/320298.php. Diakses 14 Juni 2018.

Cauterisation of the Cervix Consent https://www.health.qld.gov.au/consent/documents/obst_gyna_05.pdf. Diakses 14 Juni 2018.

Cervical Cautery
https://www.wsh.nhs.uk/CMS-Documents/Patient-leaflets/DaySurgeryUnit/5293-2CervicalCautery.pdf. Diakses 14 Juni 2018.

What is threatened miscarriage https://www.dvh.nhs.uk/EasySiteWeb/GatewayLink.aspx?alId=108423. Diakses 14 Juni 2018.

Cervical Cautery at clinics and hospitals worldwide https://www.medigo.com/en/gynecology/cervical-cautery. Diakses 14 Juni 2018.

Electrocauterization of Cervix https://www.dovemed.com/common-procedures/procedures-surgical/electrocauterization-of-cervix/. Diakses 14 Juni 2018.