Mengenal Sel Punca Mesenkimal untuk Pengobatan Berbagai Penyakit

Mengenal Sel Punca Mesenkimal untuk Pengobatan Berbagai Penyakit

Oleh: Willyson Eveiro
Tanggal publikasi: 31/07/2019 | Peninjauan terakhir: 24/10/2019
Mengenal Sel Punca Mesenkimal untuk Pengobatan Berbagai Penyakit

Setiap sel di dalam tubuh manusia memiliki peran dan karakteristik tersendiri. Ya, sebelum menjadi sel dewasa dengan fungsi spesifik, sel-sel tersebut merupakan sel punca atau dikenal pula dengan istilah stem cell. Sel punca akan berkembang menjadi sel punca baru (proses memperbanyak diri) atau sel spesial yang memiliki fungsi khusus (melalui proses diferensiasi). Contoh sel yang sudah memiliki fungsi spesifik, di antaranya sel otak, sel darah, dan otot jantung.

Sel punca sendiri terbagi menjadi dua, yakni sel embrionik dan sel nonembrionik atau sel punca dewasa. Salah satu sel punca dewasa adalah sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cell/MSc). Apa itu sel punca mesenkimal? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Definisi

Apa itu sel punca mesenkimal (MSC)?

Berdasarkan sumbernya, sel punca dapat terbagi menjadi tiga jenis, yaitu sel punca embrionik, sel punca dewasa, dan sel punca pluripotent. Dilansir Euro Stem Cell, sel punca mesenkimal adalah sel yang dapat berdiferensiasi, bereplikasi, atau berubah—setelah melalui proses diferensiasi—menjadi sel-sel khusus untuk jaringan tertentu, seperti tulang, tulang rawan, otot, lemak dan lainnya.

Nama mesenchymal diambil dari istilah mesenchyme yang mengacu pada jaringan ikat yang sedang berkembang di embrio, berawal dari mesoderm dan berkembang menjadi sel jaringan ikat tubuh.

Sumber

Dari mana sel punca mesenkimal berasal?

Sel punca mesenkimal dapat diperoleh dari berbagai jenis jaringan tubuh, termasuk dalam tulang, otot, tali pusat bayi, sumsum tulang, jaringan lemak (adipose), cairan ketuban, endometrium atau dinding rahim bagian dalam, plasenta, dan lainnya. Namun, di antara sumber-sumber tersebut, sel punca mesenkimal yang kerap digunakan pada pengobatan stem cell berasal dari sumsum tulang, tali pusar bayi, dan jaringan lemak. Kemudian, sumber sel punca mesenkimal yang dianggap paling baik berasal dari tali pusar bayi, plasenta, dan cairan ketuban.

Sumsum tulang sendiri adalah sumber sel punca mesenkimal pertama dan paling populer. Perlu diketahui bahwa sel punca mesenkimal yang diperoleh dari sumsum tulang berbeda dengan sel punca darah (hematopoietic) yang juga bisa didapat dari sumsum tulang. Banyak peneliti menyimpulkan bahwa sel punca mesenkimal yang bersumber dari sumsum tulang merupakan yang terbaik dibandingkan sumber lainnya. Padahal, sel punca mesenkimal yang berasal dari tali pusat bayi atau plasenta paling mudah untuk didapatkan dan berpotensi tinggi untuk berubah menjadi sel dengan fungsi khusus.

Jika menginginkan sel punca mesenkimal yang melimpah, maka sumber yang paling tepat berasal dari jaringan adiposa. Dikutip dari laman Hello Sehat, jaringan adiposa adalah suatu jaringan di dalam tubuh yang berfungsi untuk menampung lemak-lemak yang masuk ke dalam tubuh.

Berkat jumlahnya yang banyak, sel dari jaringan adiposa cocok digunakan untuk transplantasi stem cell autologus. Dengan begitu, risiko penolakan tubuh akibat prosedur transplantasi stem cell dapat berkurang.

Manfaat

Apa manfaat menggunakan sel punca mesenkimal?

sel punca mesenkimal

Beberapa manfaat sel punca mesenkimal, di antaranya:

1. Penggunaan tidak kontroversial

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sel punca mesenkimal berasal dari sumsum tulang dan jaringan lemak. Dengan begitu, peneliti tidak perlu menggunakan sel punca yang berasal dari embrio manusia. Langkah ini tidak menyalahi masalah etika yang berkaitan dengan penggunaan sel punca dari janin. Yang menjadi masalah etika adalah ketika penggunaan sel punca embrionik melibatkan penghancuran embrio. Embrio, atau bakal anak, dianggap memiliki hak yang sama seperti manusia. Apabila dilakukan penghancuran sebagai penelitian sama saja dengan menyalahi etika.

2. Berpotensi tinggi untuk melakukan diferensiasi

Sel punca mesenkimal dapat diolah menjadi berbagai jenis sel di laboratorium. Mereka dapat diolah menjadi sel pembentuk lemak, tulang, kulit, saraf, tulang rawan, dan sel lainnya. Kemudian, sel punca mesenkimal juga dapat tumbuh dan berkembang biak dalam jangka waktu yang lama tanpa kehilangan kemampuan untuk melakukan proses diferensiasi di dalam tubuh.

3. Risiko tubuh menolak hasil transplantasi sangat kecil

Dalam dunia kesehatan, transplantasi organ menjadi sebuah berkah bagi sejumlah pasien yang membutuhkan organ baru. Namun, penerima transplantasi organ terkadang bisa mengalami risiko di mana tubuhnya menolak organ yang dicangkokkan. Nah, hal serupa juga berlaku pada transplantasi sel punca. Pada transplantasi sel punca mesenkimal, risiko tubuh pasien menolak sel punca yang dicangkokkan cenderung kecil.

Penggunaan

Bagaimana penggunaan sel punca mesenkimal untuk pengobatan?

Penelitian yang dilakukan terhadap sel punca mesenkimal membawa harapan besar untuk mengobati berbagai penyakit kronis yang mungkin tidak dapat disembuhkan. Penelitian yang dilakukan pada hewan laboratorium (tikus putih) menunjukkan bahwa sel punca mesenkimal mampu mengurangi laju perkembangan penyakit degenerasi saraf (Alzheimer atau Parkinson), penyakit autoimun atau gangguan kekebalan tubuh (radang sendi tingkat ringan), dan penyakit kardiovaskular (serangan jantung), dan lainnya.

Kemudian, jumlah penggunaan sel punca mesenkimal dalam uji klinis pada manusia juga meningkat. Menurut data dari US National Institutes of Health (NIH), hampir 500 terapi sel punca mesenkimal—dalam tahap uji klinis—telah dilakukan. Eksperimen ini banyak dilakukan untuk:

  • Penyakit kardiovaskular (70 percobaan);
  • Penyakit autoimun (45 percobaan);
  • Osteoarthritis (37 percobaan);
  • Penyakit lever atau hati (32 percobaan);
  • Gangguan pernapasan (21).

Secara umum, sel punca ini memiliki potensi besar dalam mengobati berbagai penyakit, seperti cedera tulang belakang, spina bifida, diabetes, cerebral palsy, penyakit saraf motorik, multiple sclerosis (MS), autis, Alzheimer, arthritis, stroke, cedera traumatik otak, dan hipoplasia saraf optik.

Selain penyakit kronis, sel punca mesenkimal dapat digunakan dalam perawatan kecantikan yang bertujuan untuk antipenuaan, menstimulasi kolagen, mengurangi kerutan, memperbaiki kontur kulit, meregenerasi sel rambut, meremajakan kulit, hingga mengurangi rambut rontok.

Hasil studi juga menunjukkan bahwa potensi manfaat penggunaan sel punca ini dapat berkurang secara perlahan, bergantung pada usia pendonor dan jarak waktu antara sel punca ditumbuhkan dan cangkok dilakukan.

International Association for Cell Therapy menyarankan para dokter menggunakan sel punca mesenkimal yang diambil dari pasien berusia masih muda daripada yang bersumber dari orang lanjut usia atau berasal dari sel yang dikelola dan dibekukan dalam jangka waktu lama.

Singkatnya, hasil studi yang ada telah menunjukkan sebagian potensi dan keamanan terapi sel punca mesenkimal. Semakin banyaknya penelitian yang akan dilakukan di masa depan, tak dapat dipungkiri apabila peneliti mampu mempelajari potensi-potensi baru dalam terapi sel punca.

GO.CARE - Leading Medical Tourism Platform in Asia

WEBSITE LAYANAN BEROBAT KE LUAR NEGERI

Kunjungi situs GO.CARE untuk detail mengenai klinik dan rumah sakit yang menawarkan terapi sel punca.

Perlu informasi tambahan? Isi data Anda sekarang untuk konsultasi rencana pengobatan gratis!

GO.CARE tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau pengobatan.

Gao F, Chiu SM, et al. (2016). Mesenchymal stem cells and immunomodulation: current status and future prospects. Cell Death and Disease (2016) 7, e2062.

Ullah I, Subbarao RB, Rho GJ (2015). Human mesenchymal stem cells – current trends and future prospective. Bioscience Reports 35(2). pii: e00191.

Lv FJ, Tuan RS, et al. (2014). Concise Review: The Surface Markers and Identity of Human Mesenchymal Stem Cells. Stem Cells 32(6):1408-1419.

Bianco P, Cao X, et al. (2013). The meaning, the sense and the significance: translating the science of mesenchymal stem cells into medicine. Nature Medicine 19, 35–42.

Jin HJ, Bae YK, et al. (2013). Comparative analysis of human mesenchymal stem cells from bone marrow, adipose tissue, and umbilical cord blood as sources of cell therapy. International Journal of Molecular Sciences 14(9):17986-8001.

Mesenchymal stem cells (MSCs). https://www.stemcells21.com/stem-cells/mesenchymal-stem-cells. Diakses 11 Juli 2019.

Mesenchymal stem cells: The ‘other’ bone marrow stem cells. https://www.eurostemcell.org/mesenchymal-stem-cells-other-bone-marrow-stem-cells. Diakses 11 Juli 2019.

Mesenchymal stem cells. https://www.nature.com/subjects/mesenchymal-stem-cells. Diakses 11 Juli 2019.

Human mesenchymal stem cells – current trends and future prospective. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4413017/. Diakses 11 Juli 2019.

Lemak Berlebih di dalam Tubuh, Disimpan di Mana? https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/penyimpanan-lemak-berlebih-dalam-tubuh/. Diakses 31 Juli 2019.