Terapi Stem Cell, Pengobatan yang Bisa Sembuhkan Ragam Penyakit

Terapi Stem Cell, Pengobatan yang Bisa Menyembuhkan Ragam Penyakit

Oleh: Annisa Amalia Ikhsania
Tanggal publikasi: 15/08/2018 | Peninjauan terakhir: 24/10/2019
Terapi Stem Cell, Pengobatan yang Bisa Menyembuhkan Ragam Penyakit

Terapi stem cell atau sel punca menjadi salah satu pengobatan yang diyakini dapat membantu memulihkan sel-sel tubuh yang rusak atau hilang akibat penyakit berat. Potensi stem cell atau sel punca yang sangat menjanjikan sebagai terapi berbagai jenis penyakit pun membuatnya begitu populer.

Tak ayal bila banyak orang yang melirik terapi stem cell hingga bertolak ke luar negeri. Lantas, apa itu terapi stem cell? Simak uraiannya dalam artikel berikut ini.

Apa itu sel punca?

stem cell sel induk

Di dalam tubuh, ada banyak sekali jenis sel-sel yang bekerja agar semua organ tubuh berfungsi dengan baik. Semua individu berasal dari satu sel yang disebut zigot, yakni sel gabungan antara sel telur wanita dengan sperma pria.

Kemudian, sel tersebut membelah menjadi dua sel, empat sel, dan seterusnya. Usai membelah, sel-sel ini akan mengambil peran dan tanggung jawabnya masing-masing di dalam tubuh secara alami. Proses itu dikenal dengan istilah diferensiasi.

Stem cell sendiri merupakan sel yang masih ‘polos’ dan belum memiliki fungsi apapun. Tidak seperti sel-sel tubuh pada umumnya, stem cell masih murni, belum memiliki tanggung jawab apapun, serta belum melewati proses diferensiasi. Selain itu, jenis sel ini memiliki kemampuan untuk membelah sebanyak-banyaknya sesuai yang dibutuhkan.

Kemampuan tersebut yang membuat stem cell dianggap menjadi ‘istimewa’ dan bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Dengan kata lain, stem cell adalah sel induk yang berpotensi dijadikan sebagai sel tertentu.

Berdasarkan kemampuannya dalam berdiferensiasi, stem cell dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Totipotent, yakni stem cell yang dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel. Stem cell totipotent adalah zigot. Sel-sel ini merupakan sel embrionik awal yang memiliki kemampuan untuk membentuk berbagai jenis sel termasuk membentuk satu individu yang utuh.
  • Pluripotent adalah stem cell yang dapat berdiferensiasi menjadi hampir semua jenis sel. Stem cell pluripotent adalah embryonic stem cell.
  • Multipotent adalah stem cell yang dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel yang mirip dalam tubuh, seperti sel hematopoietic dewasa dan sel darah (eritrosit, leukosit, dan trombosit).
  • Oligopotent, mirip dengan multipotent, yakni stem cell yang dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel berbeda.
  • Unipotent, yaitu stem cell yang hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel. Stem cell ini dapat memperbaharui atau meregenerasi diri.

Tipe sel punca

embrio sel induk embryos stem cel

Ada beberapa jenis stem cell yang bisa digunakan untuk berbagai tujuan, yaitu :

Sel punca embrionik

Jenis sel punca ini diambil dari embrio, sel zigot yang sudah berkembang dan membelah, yang memiliki usia sekitar 3-5 hari. Umumnya sel ini didapat dari proses bayi tabung, bukan diambil dari rahim perempuan yang telah mengandung embrio. Sel punca embrio ini mempunyai usia yang sangat panjang, bisa memperbanyak diri hingga beratus-ratus kali lipat, serta bersifat pluripoten atau dapat berkembang menjadi sel apapun yang ada di dalam tubuh. Namun, sampai saat ini penggunaan sel stem embrionik masih cukup kontroversi.

Sel punca non-embrionik atau sel punca dewasa

Meski namanya sel punca dewasa, namun jenis stem cell ini tetap diambil dari tubuh bayi atau pun anak-anak. Sel punca ini berasal dari berbagai jaringan yang masih dalam tahap perkembangan. Jenis sel tersebut hanya bisa memperbanyak diri sesuai dengan peran yang telah ia terima sebelumnya. Misalnya, sel punca hematopoietic adalah sel punca dewasa yang berasal dari sumsum tulang dan berfungsi untuk membuat sel darah baru.

Sel punca dari tali pusar

Sel ini diambil dari tali pusar dan plasenta bayi yang baru lahir lalu disimpan di dalam bank sel punca untuk digunakan di kemudian hari. Jenis sel tersebut dapat membantu pengobatan kanker darah dan kelainan darah pada anak.

Kegunaan sel punca

AMD degenerasi makula

Sel tubuh yang sudah ‘bekerja’ pada suatu jaringan memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri hanya beberapa kali saja sebelum mereka rusak. Sedangkan, sel punca memiliki kemampuan untuk membuat dirinya menjadi lebih banyak hingga tak terbatas sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tak ayal bila sel punca bisa membentuk kembali suatu jaringan yang rusak.

Kemampuan tersebut yang dianggap dapat digunakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit, khususnya penyakit kronis. Menurut sejumlah penelitian, sel punca berpotensi untuk mengobati berbagai penyakit, seperti :

  • Stroke;
  • Luka bakar;
  • Rematik;
  • Penyakit jantung;
  • Gangguan penglihatan, misalnya kerusakan retina;
  • Penyakit Parkinson;
  • Kanker;
  • Gangguan kemampuan pendengaran;
  • Nyeri sendi;
  • Alzheimer;
  • Diabetes.

Apa kegunaan terapi stem cell?

Terapi stem cell merupakan jenis pengobatan yang menggunakan sel tubuh pasien itu sendiri untuk memperbaiki jaringan yang rusak hingga memperbaiki cedera. Umumnya terapi stem cell dilakukan relatif cepat melalui suntikan, dan merupakan prosedur rawat jalan.

The California Stem Cell Agency melaporkan bahwa tidak ada batasan jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan terapi stem cell. Hal ini tak terlepas dari kemampuan ‘istimewa’ dari stem cell itu sendiri. Terapi stem cell bisa digunakan untuk membantu beberapa penyakit atau keluhan medis sebagai berikut :

  • Cedera saraf tulang belakang, trauma otak, dan stenosis tulang belakang;
  • Mengurangi rasa sakit, bahkan untuk nyeri sendi kronis;
  • Meningkatkan fungsi dan kualitas tidur seseorang;
  • Mengurangi kerusakan saraf pada tubuh;
  • Meningkatkan kolagen;
  • Membantu menyembuhkan luka bakar hingga luka atau sayatan setelah tindakan operasi;
  • Mengurangi kerontokan rambut;
  • Penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, jantung koroner, stroke, dan gagal jantung;
  • Gangguan penglihatan;
  • Diabetes dan penyakit disfungsi pankreas;
  • Penyakit neurodegeneratif, seperti Parkinson, multiple sclerosis, dan alzheimer.

Bagaimana terapi stem cell bekerja?

Cara yang paling umum untuk mengambil sel punca adalah dari area penyimpanan lemak pada tubuh. Stem cell biasanya diambil dari dua area pada tubuh pasien, yaitu sumsum tulang belakang atau jaringan lemak yang berada di bagian paha atas atau perut.

Selanjutnya, pasien akan diberikan anestesi atau bius. Saat stem cell sudah diambil dari area tubuh yang memiliki lebih banyak lemak, mereka akan ditempatkan dalam sebuah ‘mesin’ yang bertujuan membuat zat-zat pada stem cell terkonsentrasi.

Kemudian, stem cell yang sudah terkonsentrasi akan disuntikkan secara langsung pada area tubuh pasien yang dituju (yang perlu dilakukan pengobatan). Stem cell akan bekerja cepat dengan membangun sel-sel serta jaringan baru pada area tubuh tersebut.

Lantas, apa yang membuat sel punca sangat bermanfaat dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit? Stem cell memiliki karakteristik dan kemampuan yang unik, seperti berikut ini:

1. Stem cell ‘tidak terspesialisasi’, artinya stem cell dapat dikeluarkan dari satu bagian tubuh dan dipindahkan ke bagian tubuh yang lain atau dalam kondisi rusak. Kemudian, diubah menjadi sel yang diperlukan bagi tubuh dan melakukan perbaikan atau penyembuhan.

2. Tidak seperti sel lain, sel punca membelah dan bisa menjadi jenis sel lain dengan fungsi khusus (sel otot, sel darah merah, sel jantung, sel otak, dan lain-lain). Misalnya, sel otot yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi otot.

3. Karena memiliki sifat tumbuh alami, sel punca bisa mempercepat respons penyembuhan alami bagi tubuh serta mengurangi rasa sakit tanpa perlu obat penghilang rasa sakit.

Setelah melakukan terapi stem cell, pasien memerlukan waktu pemulihan selama 1 minggu hingga 3 bulan. Namun, banyak pasien yang sudah merasa pulih dalam 1-2 kali pengobatan.

Efek samping setelah melakukan terapi stem cell

stem cell risk factor faktor risiko sel induk

Meski terapi stem cell dianggap sangat aman, tetap ada efek samping yang mungkin akan dialami oleh sang pasien. Beberapa efek samping dari suntikan stem cell tergolong ringan, misalnya :

  • Mengalami pembengkakan atau kemerahan di area suntikan stem cell. Efek samping ini akan hilang dalam waktu 1-2 hari, setelah itu pasien bisa kembali beraktivitas normal.
  • Rasa sakit dan kaku di area suntikan stem cell dalam waktu singkat;
  • Reaksi alergi;
  • Sakit kepala.

Jika mengalami efek samping yang tidak biasa atau tergolong parah, segera konsultasikan kepada dokter.

Di mana melakukan terapi stem cell?

Pengobatan stem cell dilakukan oleh berbagai dokter spesialis. Hal ini tergantung pada jenis pengobatan terapi stem cell seperti apa yang diinginkan. Pasalnya, terapi stem cell bisa dilakukan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang sudah disebutkan sebelumnya, seperti saraf, jantung, diabetes, bedah tulang, dan lain-lain. Oleh karena itu, umumnya perawatan terapi stem cell dilakukan oleh tim dokter yang terdiri dari para ahli di bidangnya.

Pelaksanaan terapi stem cell memang tidak banyak dilakukan oleh semua rumah sakit, terutama di Tanah Air. Hal ini membuat para calon pasien yang ingin melakukan terapi stem cell memilih bertolak ke luar negeri. Selain rumah sakit, pusat medis yang menawarkan terapi stem cell ada di klinik-klinik khusus. Sebelum melakukan terapi stem cell, pasien akan melakukan konsultasi awal dengan dokter ahli.

Beberapa klinik menyediakan perawatan terapi stem cell tanpa harus membuat pasien menunggu. Namun, ada pula beberapa klinik yang meminta pasien untuk menunggu beberapa hari, baru kemudian melakukan pengobatan terapi stem cell.

Setelah melakukan pengobatan terapi stem cell, pasien bisa kembali pulang di hari yang sama. Kendati demikian, ada beberapa hal yang membuat pasien menjadi tidak nyaman sementara waktu akibat dari efek samping yang dialami.

Sebagian besar pengobatan terapi stem cell masih belum banyak diklaim oleh asuransi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan estimasi biaya dengan dokter yang telah dipilih sebelumnya.

Perlu diingat, seperti halnya semua terapi, bahwa setiap orang melakukan pengobatan terapi stem cell yang bervariasi. Artinya bisa saja seseorang memerlukan lebih banyak suntikan stem cell dibandingkan pasien lainnya yang bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dari penyakit yang diderita.

1. 5 Stem Cell Therapy Benefits – for Joint Pain, Heart Disease, & Even Alzheimer’s. https://draxe.com/stem-cell-therapy/. Diakses pada 18 Mei 2018.

2. Stem Cell Research. https://www.healthline.com/health/stem-cell-research#uses. Diakses pada 18 Mei 2018.

Anda mungkin juga suka