Kok Bisa Wisata Kesehatan di Asia Tenggara Kian Populer? - GO.CARE

Kok Bisa Wisata Kesehatan di Asia Tenggara Kian Populer?

Oleh: Willyson Eveiro
Tanggal publikasi: 06/01/2020 | Peninjauan terakhir: 03/01/2020
Kok Bisa Wisata Kesehatan di Asia Tenggara Kian Populer?

Belakangan ini, kualitas industri wisata kesehatan di Asia Tenggara makin keras gaungnya. Ini tercapai berkat pertumbuhan industri yang signifikan. Pertumbuhan ini didukung oleh pelayanan medis berkualitas, biaya tindakan medis yang kompetitif, dan kompetensi staf medis yang ada.

Di Asia Tenggara sendiri, pasien luar negeri kerap memilih Thailand, Malaysia, dan Singapura sebagai destinasi wisata kesehatan mereka. Pemerintahan ketiga negara tersebut turut membantu perkembangan industri ini dengan meningkatkan infrastruktur pendukung agar calon pasien mudah untuk berobat. Tak heran jika negara-negara tersebut terus bertambah ramai dikunjungi pelancong wisata medis.

Sekilas tentang wisata kesehatan di Asia Tenggara

Pada tahun 2016, Marsh & McLennan Insights melaporkan bahwa sebanyak 105 hingga 120 juta orang di dunia pergi ke luar negeri untuk berobat atau sekadar melakukan pemeriksaan kesehatan. Angka ini diperkirakan meningkat sebanyak 10—14% per tahun dalam 3 tahun ke depan. Di tahun 2016 sendiri, total pendapatan yang dihasilkan oleh industri wisata kesehatan menyentuh angka yang fantastis, yakni 150 miliar euro. Angka ini diharapkan dapat bertambah menjadi 200 miliar euro di tahun 2020.

Lantas, bagaimana dengan perkembangan pasar wisata kesehatan di Asia Tenggara?

Mengutip dari laporan yang sama, industri wisata kesehatan di Asia Tenggara berkembang lebih cepat dibanding yang lain. Di Singapura, Malaysia, dan Thailand, pasien yang datang dari luar negeri menyumbang 40—55% dari total pendapatan di rumah sakit swasta yang ada di sana.

Di Negeri Gajah Putih, industri wisata kesehatan berhasil menghasilkan jumlah pendapatan lebih dari 4 miliar euro dengan jumlah pasien luar negeri sekitar 4 juta orang. Kemudian, omzet yang dihasilkan oleh wisata kesehatan di Singapura mencapai 1,6 miliar euro dengan jumlah pasien mendekati 900 ribu pasien.

Wisata kesehatan di Asia Tenggara diprediksi dapat tumbuh sebesar 15 sampai 17% setiap tahunnya.

statistik atau data wisata kesehatan di asia tenggara

Wisata kesehatan di Asia Tenggara—data tahun 2016

Sumber: Marsh & McLennan Insight

Alasan wisata kesehatan di Asia Tenggara makin populer

Pertumbuhan yang pesat terjadi karena berbagai macam faktor berikut

Faktor eksternal

Di negara maju, pasien dengan status sosial ekonomi kelas menengah ke atas ingin merasakan pelayanan medis berkualitas tinggi di rumah sakit luar negeri yang memberikan perawatan berstandar internasional.

Tak hanya itu, biaya medis di negara maju terkadang terlalu tinggi sehingga membuat sejumlah orang memilih untuk pergi ke luar negeri. Dengan berobat ke luar negeri, seperti negara-negara di Asia tenggara, mereka dapat menghemat biaya medis yang harus dikeluarkan. Daftar tunggu pelayanan medis juga memicu orang untuk memilih melakukan perjalanan wisata kesehatan.

Kemudian, penyedia asuransi kesehatan di negara maju  mendorong pemegang polis untuk mencari pengobatan ke luar negeri. Pasien wisata kesehatan yang datang dari negara maju sering kali diuntungkan dengan biaya medis yang lebih murah dibanding biaya tindakan medis di negara asal mereka.

Faktor internal

Potensi keuntungan yang dihasilkan industri wisata kesehatan membuat pemerintahan di negara-negara Asia Tenggara gencar mempromosikan negara mereka sebagai destinasi wisata kesehatan. Kebijakan-kebijakan yang menarik pasien luar negeri dibuat untuk mendukung industri ini.

Penyedia layanan kesehatan juga memberikan kompensasi menarik untuk orang-orang yang bisa merujuk calon pasien untuk berobat ke rumah sakit atau klinik mereka. Calon pasien luar negeri dapat menggunakan platform wisata medis agar bisa dihubungkan dengan rumah sakit berkualitas di destinasi yang ingin dikunjungi.

Pertumbuhan wisata kesehatan di Asia Tenggara sendiri dibarengi peningkatan teknologi pendukung fasilitas kesehatan dan dokter serta staf yang kompeten dan andal.

Infografik wisata kesehatan di Asia Tenggara

Infografik wisata kesehatan di Asia Tenggara

Sumber: The ASEAN Post

3 destinasi utama wisata kesehatan di Asia Tenggara

Singapura

Singapura merupakan destinasi unggulan di Asia Tenggara. Menurut Singapore Tourism Board (STB), pasien luar negeri datang ke Singapura untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala hingga melakukan bedah untuk masalah kesehatan, seperti kardiologi, neurologi, kanker, mata, transplantasi organ, dan bedah ortopedi.

Satu dari sekian banyak alasan orang memutuskan untuk berobat ke Singapura adalah banyak rumah sakit berkualitas di sana yang memiliki akreditasi Joint International Commission (JCI). Tak heran jika wisata kesehatan di Singapura dapat menghasilkan pendapatan sebesar 832 juta dolar Singapura di tahun 2013 lalu.

Malaysia

Negeri Jiran merupakan destinasi berobat yang tersohor. Rumah sakit di Malaysia menyediakan pelayanan medis berkualitas dengan biaya yang bersaing. Kementerian Kesehatan Malaysia mendukung industri wisata kesehatan di sana dengan membuat pengaturan yang ketat untuk menjaga standar dan keamanan pelayanan medis di Malaysia.

Kesuksesan wisata kesehatan di Malaysia berhasil menarik 900 ribu pasien untuk berobat ke sana di tahun 2016. Pendapatan yang dihasilkan mencapai angka 238 juta dolar.

Sherene Azli, selaku Kepala Eksekutif Malaysia Medical Tourism Board (MHTC), menyatakan bahwa wisata kesehatan di Malaysia mengalami pertumbuhan hingga 30% setiap tahunnya.

Selain menawarkan layanan medis berkualitas, Malaysia juga merupakan destinasi untuk prosedur bayi tabung.

Thailand

Banyak orang memilih Thailand untuk melakukan prosedur bedah kosmetik, bedah mulut dan maksilofasial, kardiovaskular, dan bedah mata. Sama seperti negara tujuan lainnya di Asia Tenggara, Thailand juga menawarkan pelayanan medis yang ramah, tingkat kesuksesan yang baik, dan biaya medis yang kompetitif.

Thailand juga merupakan tempat banyak klinik stem cell, pengobatan komplementer untuk membantu pemulihan penyakit kronis.

GO.CARE—platform wisata kesehatan terbaik di Asia Tenggara

Banyak orang tertarik untuk berobat ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara. Akan tetapi, beberapa orang kesulitan untuk menemukan rumah sakit atau klinik yang tepat untuk kepentingan berobat.

Melalui GO.CARE, Anda bisa dihubungkan dengan rumah sakit dan klinik berkualitas di Asia Tenggara. Kami adalah pelopor wisata kesehatan di Asia Tenggara dan telah bekerja sama dengan lebih dari 250 rumah sakit dan klinik di Asia. Ada 2500 lebih prosedur medis yang ditawarkan oleh partner kami. Beberapa pelayanan utama kami meliputi terapi stem cell, perawatan gigi, bedah plastik dan kosmetik, pengobatan kanker, jantung, dan kesehatan reproduksi.

5 keuntungan menggunakan go.care, platform wisata kesehatan terbaik di asia

Hubungi GO.CARE sekarang untuk melakukan konsultasi gratis untuk tempat dan opsi pengobatan terbaik untuk Anda atau kerabat.

GO.CARE - Leading Medical Tourism Platform in Asia

PLATFORM WISATA MEDIS TERBAIK DI ASIA

Telepon/WA: +6281314906154

Email: [email protected]

Facebook: https://www.facebook.com/GCGINDO/

Kunjungi www.go.care untuk melihat rumah sakit/klinik terbaik di Asia.

Kami siap membantu masalah kesehatan yang dialami; konsultasi tempat pengobatan terbaik di sini.

GO.CARE tidak menyediakan saran medis, diagnosis, dan pengobatan.

Medical tourism booming in Southeast Asia. https://theaseanpost.com/article/medical-tourism-booming-southeast-asia. Diakses 2 Januari 2019.

Vietnam as the next medical tourism hub in Southeast Asia. https://www.vir.com.vn/vietnam-as-the-next-medical-tourism-hub-in-southeast-asia-66168.html. Diakses 2 Januari 2019.

Top medical tourism destination in Southeast Asia. https://whatsnewindonesia.com/top-medical-tourism-destination-in-southeast-asia/. Diakses 2 Januari 2019.

Region’s medical tourism boom fuelled by Southeast Asians. https://southeastasiaglobe.com/southeast-asians-drive-medical-tourism/. Diakses 2 Januari 2019.

Medical Tourism in Asia-Pacific Growing Rapidly. https://www.brinknews.com/medical-tourism-in-asia-pacific-growing-rapidly/. Diakses 2 Januari 2019.

Healthcare Tourism in Southeast Asia. https://www.researchgate.net/publication/233613024_Healthcare_Tourism_in_Southeast_Asia. Diakses 2 Januari 2019.

Medical tourism profiles for Southeast Asia: Statistics and data. https://www.imtj.com/south-east-asia/. Diakses 2 Januari 2019.

Anda mungkin juga suka